“RINTIHAN
BUDAK NAFSU”
Oleh : Rekanita Mufidah Nazilatul Habibah
Sepenggal
mentari bersinar hangat
Kusingkap
mata malu menatap
Berdiri
di hadapan tuan,
Hamba
Sang Mudabbir Alam
Degup
kalbu menjebak kebisuan lisan
“Aku
hanyalah si budak sahaya.
Ampunilah
segala nestapa pikiran, hati dan jiwa.
Segores
cinta terbuai oleh nafsu.
Merapuhkan
jiwa kokoh sepasang qalbu.”
Laksana
bunga-bunga memekar pedih.
Berguguranlah
ia bahagia.
Surabaya,
14 Juli 2019
(Antologi
Puisi “Menapaki Ranah Syukur”)[1]
