Sabtu, 12 Juni 2021

Puisi "Rintihan Budak Nafsu"

 

“RINTIHAN BUDAK NAFSU”

Oleh : Rekanita Mufidah Nazilatul Habibah

 

Sepenggal mentari bersinar hangat

Kusingkap mata malu menatap

Berdiri di hadapan tuan,

Hamba Sang Mudabbir Alam

Degup kalbu menjebak kebisuan lisan

“Aku hanyalah si budak sahaya.

Ampunilah segala nestapa pikiran, hati dan jiwa.

Segores cinta terbuai oleh nafsu.

Merapuhkan jiwa kokoh sepasang qalbu.”

Laksana bunga-bunga memekar pedih.

Berguguranlah ia bahagia.

 

Surabaya, 14 Juli 2019

(Antologi Puisi “Menapaki Ranah Syukur”)[1]

 




[1] Nyimas Pundi Baladaya, dkk., Menapaki Ranah Syukur, (Malang: CV. Azizah Publishing), 2019.