Sabtu, 29 Mei 2021

Puisi "Rindu Candu"

 

“RINDU CANDU”

Oleh : Rekanita Maufidah Nazilatul Habibah

 

Sajak ini kurangkai kala jiwa mulai sepi

Meski relung hati tiada sunyi

Alunan syahdu rindu bergemuruh

Suguhkan guratan tangis sendu, jatuh meluruh.

Menyatu hingga beku, diam dan membisu.

 

Lagi-lagi rindu menyayat ruang ingatan,

Bagai senja menawarkan candu keindahan

Pesonanya menghias ruang semesta

Mengingatkan betapa kuasa Sang Maha Pencipta

Seperti pesan buya yang bersahaja, “Besarkan rasa syukurmu.”

 

Kini masa telah sirna, lembayung berganti sinar purnama

Sedang jiwaku masih menggenggam rindu

Berkelana menelusuri waktu, hingga senja kembali bersua

Menorehkan cahaya syahdu

 

Mojokerto, 20 Mei 2021

8 Syawal 1442 H

Minggu, 23 Mei 2021

Cerpen "Cinta yang Tulus"

 Cinta yang Tulus

Oleh : Rekan Ahmad Rifki

Cinta selalu dengan sejuta rasa sakit, karena itulah mengapa ia disebut Cinta. Di tangan kekasihku di genggamnya sejuta derita, karena tanpa derita Cinta hanya hampa belaka. Wahai Cinta, kaujadikan dia pahit di bibirku. Wahai Cinta, kau gigit pedih darah jantungku, sampai kau bekukan gejolak napas dan nafsuku, sampai kau uji Cintaku dalam Cintamu. Begitulah perkataan Fariddudin Attar, salah satu tokoh Sufi dari daratan persia. Begitu luas jika kita semua mebahas tentang cinta, karena cinta bukan soal pembahasan melainkan sebuah perasaan yang dibuktikan dengan perlakuan serta kayakinan. Jalaluddin Rumi berkata Cintalah yang merubah segalanya. Orang yang kuat perkasa menjadi tak berdaya karena cinta, Orang yang lemah tak berdaya menjadi semangat bertenaga karena cinta, orang bisa menangis dan tertawa juga karena cinta.

Imam Syihabuddin dalam kitabnya yang berjudul An-Nawadir pada halaman 27 menceritakan tentang keutamaan cinta yang tulus. Terdapat seorang permpuan, dia sangat cinta dengan Nabi Muhammad Saw. Di suatu hari perempuan ini ingin pergi masjid hanya untuk mendengarkan ceramah dari Nabi Muhammad Saw. Namun pada saat dalam perjalanan perempuan ini bertemu dengan seorang seorang pemuda, pemuda itu bertanya kepadanya.


Pemuda : “kamu mau pergi kemana ?”


Perempuan : “Saya hendak ingin pergi kemasjid, untuk mendengarkan nasihat Rasululloh”


Pemuda : “Kamun cinta dengan Nabi Muhammad Saw ?”


Perempuan : “Ya, saya cinta dengan Nabi Muhammad Saw.” (dengan jawaban yang    sangat tegas)


Laki-laki itu pun ingin tahu seberapakah perempuan ini cinta dengan Nabi, dia pun menyuruh perempuan itu untuk membuka cadar yang digunakan oleh perempuan itu, dengan berkata :


Pemuda : “Bihaaqqi Nabi Muhammad Saw, coba kamu buka cadar yang kamu gunakan !!!”


Karena perempuan ini memang sangat cinta dengan Rasululloh, untuk menghormati nama Nabi Muhammad Saw, perempuan ini mengangkat cadar yang digunakannya. Pemuda itu pun melihat wajah sang perempuan, ternyata perempuan itu sangat cantik. Sampai-sampai tangan pemuda itu memegang janggut sang perempuan. Seketika itu, sang perempuan terkejut atas apa yang telah dilakukan pemuda itu pada dirinya. Seketika itu, Perempuan menutup wajahnya kembali dengan cadar yang telah dilepaskannya, dan berkata kepada pemuda itu,


Perempuan : “Sungguh saya menyesal telah mebuka cadar yang menutupi wajahku” 


Perempuan itu pun menceritakan kepada suaminya, terkait kejadian yang telah menimpanya. Setelah perempuan itu menceritakan kepada suaminya, sang suami seketika itu pergi menemui Nabi Muhammad Saw, dan menceritakan apa yang telah diceritakan oleh istrinya kepadanya. Setelah Nabi mendengarkan ceritanya, Nabi Muhammad berkata, “Hidupkanlah api dirumahmu, setelah itu masukkan istrimu di dalam panggangan itu, dengan mengucapkan BIHAQQI NABI MUHAMMAD SAW”.


Sang suami melaksanakan apa yang diperintahkan Nabi kepadanya. Suamipun pulang dan menyalakan api. Setelah itu menyuruh istrinya untuk masuk dalam panggangan itu. Sang istripun melaksanakan apa yang dikatakan sang suami, dengan keyakinan serta ketulusan cinta sang istri kepada Nabi Muhammad Saw, perempuan itu pun masuk dalam panggangan dan mengucapkan, “Dengan Kemulyaan BIHAQQI NABI MUHAMMAD SAW”. Perempuan itu pun masuk ke dalam panggangan itu. Sang suami menutup panggangan itu. Setelah menutup panggangan yang didalamnya terdapat sang istri, sang suami pun pergi menuju Rasululloh dan memberitahukan dia sudah melaksanakan perintah yang disuruh oleh Nabi Muhammad Saw. Setelah mendengarkan ceritanya, Nabi pun berkata, “Kembalilah, dan lihatlah apa yang terjadi pada istrimu”. Sang suami pun kembali untuk melihat kondisi istrinya yang berada dalam panggangan. Sesampai dirumah, dia bergegas membuka panggangan itu, sang suami pun melihat kejadian yang tak pernah dilihatnya sebelumnya. Dia melihat sang istrinya berada didalam panggangan dengan kondisi sedang duduk ditengah-tengah panggangan yang panas itu. Suami pun mengeluarkan sang istri dari panggangan. Setelah dia mengeluarkan istirnya.

Dengan izin Allah, sang suami tidak menemukan dikulitnya ada bekas luka bakar, dalam artian api itu pun tidak mau menyentuh kulit perempuan itu.

Begitu besar keutamaan cinta terhadap baginda Nabi Muhammad Saw, sampai- sampai para ulama bersepakat bahwa mencintai Allah dan Rasul-Nya hukumnya wajib. Sebagaimana yang ditulis oleh Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali atau yang dikenal dengan sebutan Imam Al-Ghazali dalam kitab nya yang monumental yakni kitab Ihya’ Ulumuddin Juz 4 halaman 288 dijelaskan bahwa :


اعلم أن الأمة المجمعة على أن الحب الله تعالى ولرسول الله صلى الله عليه وسلم فرض.......الخ 

“Ketahuilah sesungguhnya para Ulama’ sepakat bahwa mencitai Allah dan Rasul-Nya SAW itu hukummnya Wajib. ”

Oleh sabab itu, marilah kita memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw, dengan mengharap Syafaat dihari kiamat. Semoga kita semua diakui oleh Rasululloh sebagai umatnya dan kelak dia akhirat kita semua diberikan syafaat oleh Rosululloh Saw. Amiin.


Selasa, 18 Mei 2021

Artikel "Cinta Sejati yang Terlupakan"

 Cinta Sejati yang Terlupakan

Oleh : Rekan M. Iqbal Akbar Ghifari

Kita, sebagai remaja yang menuju masa pendewasaan mulai mengenal yang dinamakan cinta. Cinta suatu lafadz yang dianggap sakral bagi sebagian orang yang menjalin rasa suka antara satu sama lain. Banyak kisah cinta yang didambakan oleh para remaja-remaja sekarang seperti kisah dari film titanic, romeo dan juliet bahkan juga laila dan majnun. Rekan-rekanita yang mulai mengikuti IPNU-IPPNU juga mungkin sudah mulai memupuk rasa cinta kepada rekan ataupun rekanita terutama remaja-remaja yang menginjak bangku SMA. Ada yang berjuang merelakan kuota internet untuk terus chattingan dan menelpon orang yang dicintainya, ada juga yang terus berusaha mentraktir orang yang dicintainya supaya bisa selalu bersama dengannya, ada juga yang memilih memendam rasa karena mengerti bahwa cintanya mungkin ditolak. Tapi tahukah kamu cinta sejati sesungguhnya seperti apa dan bagaimana hakikat cinta sesungguhnya?

            Pernahkah kalian berpikir bahwa ada sesosok manusia yang sangat mengkhawatirkanmu melebihi ibumu. Sungguh dia sangat mengkhawatirkanmu melebihi kedua orang tuamu, bahkan dia rela tidak makan tidak minum demi dirimu selamat. Iya dialah Rasulullah Muhammad SAW. cinta sejati yang selalu kita lupakan. Beliau terus bersujud terus menerus sampai menangis demi kita demi keselamatankan kita. Beliau tanpa henti memintakan ampun dan keselamatan bagi umatnya. Berhari-hari lamanya beliau tak kunjung keluar dari rumahnya sampai didatangi oleh shahabat-shahabatnya dia tetap khusu’ dalam doa dan sujudnya untuk memintakan ampun kepada Tuhan atas dosa-dosa umatnya. Sampai ketika Jibril datang memberikan kabar gembira bahwa umatnya semua akan selamat dan tidak ada yang abadi dineraka beliau akhirnya bangun dari sujudnya. Suatu pagi menyelimuti masjid Rasulullah menjadi seorang Imam, saat ruku’ dan sujud terdengar suara seperti goresan kayu yang patah terdengar dari pengimaman. Sehabis Sholat Umar dan shahabat lainnya berkumpul pada Rasulullah dan bertanya kenapa anda tadi wahai Nabi Allah? Rasulullah terus melihatkan didalam bajunya ada batu-batu yang dijadikan rantai untuk diikat keperut Rasulullah shahabat pun menangis “sungguh jika kamu kelaparan kami siap menanggung makananmu ya Rasulullah.” “jangan begitu saya begini untuk umatku supaya mereka tidak kelaparan lebih-lebih kelaparan diakhirat.” Sungguh begitu cintanya Rasulullah sampai beliau rela puasa dan kelaparan sampai perut dan kulit menempel demi kita nanti selamat diakhirat kelak.[1]

            Tidak ada yang lebih indah selain dapat menjadi bagian dari umat Rasulullah bahkan jika kita bersholawat pada nabi maka Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali dan menghapus dosanya sepuluh kali, dan diangkat derajatnya sepuluh untuknya. (HR. Nasai No. 1297 Maktabah Al-Maarif. Shahih) terlihat jelas bahwa Allah sangat memulyakan Rasulullah dan terbukti bahwa beliau adalah benar-benar Rasul pembawa kebenaran diakhir zaman. Mari kita berpikir sejenak dengan kehebatan nabi yang bisa menaklukan jazirah arab tetapi beliau tidak memeras rakyatnya dan ingin menang sendiri. Malah beliau mengajarkan kesederhanaan dan juga berzakat kepada yang miskin dan menolong kepada yang lemah. Nabi Muhammad tidak pernah ingin untuk dihormati lebih-lebih mengaku dirinya sebagai Tuhan. Beliau hanya mengaku bahwa Tuhan itu satu dan sembahlah Tuhan pencipta langit dan bumi dialah penguasa alam semesta ini yaitu Allah SWT.

            Adakah orang yang lebih mulia dari Rasulullah dengan membawa Islam, berdiri 1400 tahun yang lalu. Apakah orang yang berbohong mampu perkataannya dan perlakuannya dipercaya sampai 1400 tahun. Perlakuannya perkataannya menjadi hadits-hadits yang terus dilestarikan kitab yang dibawanya sudah dijaga keaslian lafadz dan bahasanya lebih dari 1400 tahun dan terus dibaca dan dihapalkan sampai sekarang. Disetiap zaman selalu ada orang yang hapal kitab Al-Qur’an dan hadits-haditsnya. Apakah mungkin orang berbohong dapat dipercayai lebih dari 1400 Tahun. Dan wahyu yang dibawanya yang menjadi kitab agama Islam keaslianya bertahan 1400 Tahun. Sungguh begitu terlihat jelas kebenaran ajaran Rasulullah. Beliau saat diakhirat ketika para nabi terdahulu berebut untuk berdekatan dengannya karena dasyatnya hari kebangkitan beliau mengatakan bahwa Syafaatnya adalah untuk Umatku. Begitu cintanya beliau terhadap kita tapi kita bahkan lupa untuk bersholawat kepadanya. Beliau menangisi kita karena kemaksiatan kita tetapi kita sibuk dengan mencintai orang yang belum tentu mencintai kita betapa teganya kita terhadap beliau. Maka jika kalian sudah mengerti bahwa cinta sejati sesungguhnya tidak mengenal ruang dan waktu itulah cinta Rasulullah kepada umatnya, sebuah cinta sejati yang selalu kita lupakan.[2]



[1] Al-Hamid Al-Husaini, Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW (Bandung: Pustaka Hidayah, 2008), 678.
[2] Umar bin hasan, Durrotun Nasihin (Beirut: Maktabah al-Islamiyah, 1988), 187.


Selasa, 11 Mei 2021

Artikel "Zakat Fitrah"

 

Oleh : Rekan M. Iqbal Akbar Ghifari

Setelah menunaikan ibadah puasa ada kewajiban yang harus dikerjakan oleh kaum muslimin yaitu mengeluarkan zakat fitrah. Zakat fitrah diwajibkan kepada setiap orang Islam yang masih hidup di malam hari raya idul fitri baligh maupun tidak, kaya ataupun tidak dengan syarat dia masih memiliki kelebihan dari kebutuhan pokoknya untuk sehari. Zakat fitrah juga disyariatkan bersamaan dengan disyariatkannya berpuasa yaitu pada tahun kedua hijriyah.[1]
Batas waktu dari pemberian zakat fitrat semua ulama bersepakat bahwa pemberiannya adalah di akhir bulan ramadhan dan batas terakhirnya menurut Imam Syafi’i dan Imam Malik adalah setelah terbenamnya matahari dan menurut Imam Abu Hanifah dan Ibnu Qasim adalah diwaktu terbitnya matahari tanggal 1 Syawal. Ada juga Ulama yang mengatakan bahwa batas terakhir dari zakat fitrah adalah sebelum waktunya sholat Id dimulai.[2]
Bagi orang yang tidak memiliki harta tetapi masih berkecukupan karena ditanggung nafkahnya oleh walinya seperti anak kecil, istri dan budak maka zakat fitrahnya ditanggungkan kepada orang yang wajib menafkahinya. Zakat fitrah dapat berupa gandung, jagung, kurma, anggur (kismis) atau keju. Menurut sebagian ulama berpendapat bahwa zakat fitrah dapat berupa makanan pokok yang ada diwilayah tersebut. Besaran zakat fitrah adalah 1 sha’ jika dirupakan kepada beras makanan pokok orang Indonesia adalah kisaran 2,2 Kg. Akan tetapi lebih baik untuk digenapkan ke 2,5 Kg untuk kehati-hatian yang demikian ini dianggap baik bagi Ulama.[3]

Delapan golongan orang yang berhak mendapatkan zakat;

1.      Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.

2.      Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya.

3.      Pengurus zakat: orang yang diberi tugas mengumpulkan dan membagikan zakat

4.      Muallaf: orang yang baru masuk Islam.

5.      Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan Muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.

6.      Orang yang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya.

7.      Orang yang berjuang dijalan Allah (Sabilillah)

8.      Orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil) yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.[4].

Menurut sebagian Ulama menetapkan bahwa zakat fitrah itu untuk orang Islam yang fakir didasarkan pada hadits;

“cukupilah mereka pada hari ini, jangan sampai meminta-minta.” (HR Muslim dan Tirmidzi).

Hikmah dibalik diwajibkannya zakat fitrah adalah kita harus saling membantu sesama manusia sehingga mengerti masih banyak orang faqir yang terkadang tidak dapat makan dihari ini apalagi kebutuhan untuk besok sehingga kita bisa lebih bersyukur dengan keadaan ini dan memupuk tali silaturahmi dengan cara berbagi untuk sesama terlebih lagi dihari yang bahagia yaitu hari raya idul fitri. Setelah sebelumnya berpuasa untuk mengerti keadaan sederhana orang-orang yang tidak mampu dan diakhiri dengan diwajibkannya berbagi dengan mereka sehingga dapat membantu kita bersyukur dan juga mengerti kesengsaraan mereka sehingga menghilangkan kesombongan kita dan memdahkan kita untuk lebih dermawan kepada sesama.[5]


  • [1] Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid Jilid 2 (Jakarta: Dar -al-Kutub al-Islmiyah, 2010), 620.
  • [2] Rusyd, 623.
  • [3] Rusyd, 630.
  • [4] Abu Syujak, Taqrib (Jakarta: DKI (Darul kutub Islamiyah), 1999), 99.
  • [5] Rusyd, Bidayatul Mujtahid Jilid 2, 631.


Senin, 10 Mei 2021

Puncak Safari ; PAC IPNU-IPPNU Kec. Sooko Perkuat Kualitas Kader Ranting

Seperti berita acara Safari Ramadhan yang sudah ditayangkan sebelumnya, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) masih konsisten menggelar acara Safari Ramadhan yang ke-4. Kali ini Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan sooko bekerja sama dengan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) yang telah menyediakan tempat serta dukungan selama berlangsungnya Safari Ramadhan yang terakhir.

Acara yang hanya ditemukan di bulan ramadhan ini telah usai dilaksanakan di beberapa desa wilayah Kecamatan Sooko yang di antaranya yaitu, Desa Sambiroto untuk Safari ke-1, Desa Jampirogo untuk Safari ke- 2, Desa Gemekan untuk Safari ke- 3, hingga Safari Ramadhan ke-4 yang terlaksana pada Ahad (09/05) di Desa Wringinrejo kemarin. Di dalam pelaksanaanya, acara ini selalu berlangsung secara tertib dan hidmat dengan keterlibatan seluruh rekan-rekanita dan warga desa yang berpartisipasi secara antusias.

Terkait teknis pelaksanaan safari yang ke-4 ini mungkin hampir sama dengan acara sebelumnya. Selama berlangsung, acara ini dipandu oleh rekanita Indah selaku Master Of Ceremony dan dimulai dengan pembacaan QS. Al Waqi’ah oleh Rekan Ozi. Kemudian disambung dengan pembacaan istighotsah yang dipimpin oleh Rekan Amar dan Pembacaan Tilawatil Qur’an oleh rekan hafiz, kemudian dilanjut pembacaan Sholawat Al Banjari oleh seluruh tamu undangan dan rekan-rekanita yang berpartisipasi di acara tersebut.

Tujuan acara tersebut disusun sedemikian rupa yakni, untuk menunggu waktu berbuka tiba dengan kegiatan yang positif atau yang lebih kita kenal dengan istilah Ngabuburit versi religi. Sampai kemudian seluruh tamu undangan dan rekan-rekanita yang berpartisipasi di acara tersebut dipersilahkan menikmati hidangan yang telah tersedia.

Namun demikian, yang menjadikan acara Safari kali ini berbeda dengan acara sebelumnya adalah berlangsungnya acara serasehan atau dialog interaktif dengan seluruh kader Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Desa Wringinrejo perihal mengajak serta memahamkan pentingnya keterlibatan pelajar dalam Organisasi IPNU-IPPNU.

Hal ini cukup relevan dengan latar belakang Pimpinan Anak Cabang (PAC) Sooko menggelar beberapa acara, termasuk Safari Ramadhan ini. Selain menyambung tali sillaturrahmi, tentunya ada hal lain yang melatar belakangi berlangsungnya acara Safari Ramadhan ini, yakni meningkatkan kualitas kader yang ada di jajaran Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU se-Kecamatan Sooko. Didukung dengan pesan yang disampaikan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU), Rekan Ahmad Rifki di acara Safari kemarin.

“Saya harap rekan-rekanita yang baru ikut bergabung maupun yang sudah cukup lama bergabung di IPNU- IPPNU tidak bosan melanjutkan kegiatan-kegiatan yang akan diadakan setelah ramadhan, terdapat banyak sekali kegiatan di IPNU-IPPNU nggak hanya safari ramadhan. Untuk itu, pesan saya, terus semangat dalam berproses di IPNU-IPPNU, berjuang bersama di organisasi IPNU-IPPNU melanjutkan perjuangan para alim ulama’ baik itu dari segi amaliyah Nahdlatul Ulama’ maupun tradisi keislaman lainnya.”, pungkas Rekan Rifki menutup sambutannya.

Kutipan di atas, secara tidak langsung menegaskan bahwa konsistensi Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Sooko menggelar beberapa acaranya, termasuk Safari Ramadhan ini tentunya didasari oleh beberapa hal. Salah satunya yakni, mensosialisasikan lebih lanjut perihal paham Ahlussunnah Wal Jama’ah An Nahdliyah serta meningkatkan kualitas pelajar yang terlibat dalam organisasi IPNU-IPPNU di seluruh Pimpinan Ranting se-Kecamatan Sooko.


Pewarta    : Rekan Muh. Rizki Firmansyah
Editor        : Dept. Jarkom & Pers

Minggu, 09 Mei 2021

Memaksimalkan Keutamaan Bulan Suci Ramadhan, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Sooko Berbagi Takjil Gratis

ilustrator : Rekan Moh. Sukri Ajrulloh

Dalam momentum bulan Ramadhan ini, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sooko mengadakan bagi-bagi takjil gratis kepada masyarakat setempat, di depan MAN 2 Mojokerto, Jl. RA. Basuni No. 306 Sooko, Dalman Utara, Japan, Kec. Sooko Mojokerto, Sabtu (08/05/2021).

Kurang lebih 700 bungkus takjil berupa roti, snack, dan minuman yang dikemas menjadi satu dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas untuk membantu masyarakat berbuka puasa.

Menurut Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Sooko, Ahmad Rifki, aksi sosial yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sooko tidak lain sebagai upaya membentuk kader IPNU IPPNU Kecamatan Sooko yang berjiwa sosial.

“Alhamdulillah acara berbagi takjil gratis ini berjalan dengan lancar. Persiapan juga telah dilakukan sejak Jumat siang di salah satu rumah anggota PAC IPPNU Kecamatan Sooko. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memaksimalkan keutamaan di bulan suci Ramadhan serta menjadi salah satu upaya membentuk kader IPNU IPPNU yang berjiwa sosial,” ungkap Rifki.

Keterangan lebih lanjut dipaparkan oleh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Sooko bahwa takjil yang dibagikan tersebut merupakan realisasi dari pengumpulan sedekah berupa minuman, makanan ringan, dan uang tunai dari para donatur, para alumni dan rekan rekanita di jajaran Pimpinan Ranting se-Kecamatan Sooko.

“Terimakasih kepada para donatur, para alumni IPNU-IPPNU Kecamatan sooko, dan rekan rekanita atas segala dukungan dan donasi yang telah diberikan untuk ikut andil membantu terlaksananya kegiatan ini. Semoga selalu diberikan kesehatan, dilimpahkan rizkinya, dan mendapatkan balasan yang lebih baik dari Allah Yang Maha Kuasa,” jelasnya.

Semoga kita semua termasuk dalam golongan manusia yang bisa bermanfaat bagi manusia lainnya. Selamat belajar, berjuang, dan bertaqwa.



Pewarta    : Rekanita Dzurrotun Nafisah

 

Rabu, 05 Mei 2021

Maghfiroh Allah pada Malam Lailatul Qadar

 


    Lailatul Qodar merupakan malam yang sangat mulia, malam mulia yang tiada bandingnya malam yang dipilih oleh Allah sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Sebagaimana yang difirmankan Allah Swt dalam Q.SAl-Qodar ayat 3 yang berbunyi :

ليلة القدر خير من ألف شهر

Yang artinya malam kemuliyaan itu lebih baik daripada seribu bulan. 

    Pada malam ini segala bentuk amal ibadah mausia lebih baik daripada seribu bulan, Allah membuka pintu Maghfiroh bagi seluruh hambaNya. Oleh karena itu, seluruh umat muslim belomba-lomba untuk menggapai malam Lailatu Qodar dengan memperbanyak ibadah, baik itu membaca al-qur’an sholatul lail dan ibadah-ibadah yang lainnya. Pada malam Lailatul Qodar, Allah membuka pintu Maghfiroh bagi seluruh hamba-Nya. Allah akan mengahpus dosa yang telah dilakukan hamba-Nya yang melaksanakan sholat pada malam Lailatul Qodar sebagaiamana Hadits Rosululloh Saw yang diriwayat kan oleh Imam Al-Bukhori dalam kitabMukhtaral-Ahadits al-Nabawiy hal 171 yang berbunyi

من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ماتقدم من ذنبه رواه البخاري

“Barangsiapa yang melaksanakan sholat pada malam lailatul qodar karena Iman dan mengharap pahala Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”

H.R Imam Al-Bukhori

    Namun tidak dijelaskan secara tepat kapan turunnya Lailatul Qodar, akan tetapi malam Lailatul Qodar biasanya jatuh pada malam ganjil pada10 hari terakhir dalam bulan Romadlon, sebagaimana yang jelaskan dalam Hadits Rosululloh dalam kitab Mukhtaral-Ahadits al-Nabawiy hal 70 yang berbunyi :

تحروا ليلة القدر في الوتري من العشر الأواخرمن رمضان

“Carilah malam Lailatul Qodar dimalam ganjil dari sepuluh terakhir bulan romadlon”

    Banyak kemuliaan yang diberikan Allah swt pada malam Lailatul Qodar yang hanya diberikan bagi ummat Nabi Muhammad Saw. Oleh sebab itu, dibulan yang suci ini marilah kita meningkatkan ibadah, meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Semoga kita senantiasa mendapatkan maghfiroh Allah swt serta kita diberikan kesehatan sehingga dapat menjumpai bulan suci romadlon ditahun yang akan datang.


Oleh : Rekan Ahmad Rifki