Jumat, 30 April 2021

Bubar Santan; "Buka Puasa Bareng Arek Karang Kedawang"

Bubar Santan;

"Buka Puasa Bareng Arek Karang Kedawang"

Pada hari Kamis, (29/04) Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Desa Karang Kedawang sukses menggelar acara Bubar Santan yang merupakan singkatan dari “Buka Bareng sambil Shalawatan” yang bertempat di musholah Baiturrahman karangkedawang bagian utara atau lebih masyhur dikenal dengan sebutan  “lor sepur”.

Selama berlangsung, pelaksanaan acara BUBAR SANTAN ini dipandu oleh Rekanita Mia sebagai MC di acara tersebut. Acara ini diawali dengan pembacaan Q.S. Al Waqi’ah yang dibacakan Rekan Labib, kemudian Q.s Ar Rahman yang dibacakan Rekan Anggi, dilanjut pembacaan Juz 30 oleh Rekan M. Fathur Rozi. Seusai pembacaan ayat suci al qur’an tersebut, disambung dengan pembacaan istighotsah yang dibacakan oleh Rekan Amaruddin Salim.

Kemudian di kesempatan penyampaian sambutan, Rekan M. Fathur Rozi selaku Ketua PR IPNU IPPNU Desa Karang Kedawang juga menyampaikan sepatah kata yang tentunya diperuntukkan bagi seluruh rekan dan rekanita Desa Karang Kedawang. Melalui sambutan yang disampaikannya, Rekan M. Fathur Rozi yang akrab disapa Rekan Ozie bertujuan untuk memotivasi serta menghimbau seluruh rekan dan rekanita yang berpartisipasi di acara Bubar Santan agar tetap mematuhi protocol kesehatan selama mengikuti acara Bubar Santan tersebut.

“Semoga perjuangan kita semua dalam memajukan serta melestarikan tradisi yang ada di dalam organisasi Nahdlatul Ulama' ini tidak terhenti di acara ini. Karena perjalanan dan rintangan yang akan kita lalui kedepannya nanti masih cukup panjang. Juga terima kasih kepada seluruh tamu maupun anggota PR IPNU IPPNU Desa Karang Kedawang yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri acara Bubar Santan ini dengan sangat antusias dan tetap patuh pada protokol yang sudah ditetapkan.”, Ujar Rekan Ozie.

Terlepas akan hal itu, Ustadz Suja’i selaku Takmir Musholla Baiturrahman yang ikut menghadiri tersebut juga menanggapi acara tersebut dengan baik.

“Alhamdulillah, kami selaku tuan rumah sangat berterima kasih dan sangat bangga dengan diadakannya acara yang bermanfaat ini di mushollah Baiturrahman dengan partisipasi dari teman-teman IPNU IPPNU secara maksimal.”, Tegas Ustadz Suja’i.

 


Pewarta     : - Rekan Putra Agus Solikhin 

                (Rekan PR IPNU Desa Karang Kedawang)

        - Rekanita Imalinda Agustin

    (Rekanita PR IPPNU Desa Karang Kedawang)



Rabu, 28 April 2021

Artikel Nuzulul Qur'an

 Nuzulul Qur'an

    Lafadz nuzulul Secara Bahasa berarti “menetap di satu tempat” atau “turun dari tempat yang tinggi” kata kerjanya ialah nazala yang berarti “dia telah turun” atau “dia menjadi tetamu” . secara istilah yaitu suatu peristiwa turunya wahtyu allah (AL-QUR’AN) melalui malaikat jibril kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur. Ada dua bentuk mengapa Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur, pertama untuk memantapkan dan meneguhkan hati Nabi Muhammad, karena setiap pristiwa yang beliau alami pastinya disusul dengan turunya ayat-ayat Al-Qur’an. Kedua agar Al-Qur’an mudah untuk dihafal.

    Menurut Muhammad Baqir Hakim, terdapat bukti kebesaran Al-Qur’an yang dapat kita ketahui turunya Al-Qur’an secara berangsur-angsur, pertama, selama perjalanan dakwah Rasulullah SAW, melaui proses dan cobaan yang begitu berat. Bagi manusia biasa mustahil untuk melaukanya dan tidak mampu untuk menjalaninya. Tetapi Al-Qur’an dapat mengiringi perjalanan beliau, baik dalam keadaan lemah maupun kuat, sulit maupun dalam keadaan lapang, dan dalam saat masa-masa memperoleh kemenangan maupun kekalahan. Kedua, Al-Quran diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah SAW. memberikan semangat dan membantu Rasulullah SAW. secara batiniah bagi keberlanjutan proses dakwah Rasulullah SAW. Allah berfirman dalam surat Al furqan ayat 32 yang artinyan “berkatalah orang orang kafir “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan pada sekali turun saja? Demikian supaya kami perkuat hatimu dengannya dan kami membacanya secara tertil (teratur dan benar). Ketiga, Risalah islam mengalami berbagai keraguan, saling tuduh, keadaan politik yang tak menentu dan cobaan lainya dari kaum musyrik. Untuk menghadapi semua itu Rasulullah memerlukan Al-Qur’an dan tidak maksimal apabila Al-Qur’an tidak diturunkan secara berangsur-angsur tahapan tertentu secara terus-menerus dan berkelanjutan. Firman Allah dalam QS.Al-Furqan ayat 33 yang artinya “Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.” 

    Tahapan turunya Al-Qur-an dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur-an hingga sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Tahap pertama, Al-Qur,an diturunkan ditempatkan ke lauh Mahfud. Lauh Mahfud adalah tempat yang tidak diketahui oleh manusia secara pasti Allah swt berfirman pada surat Al-Buruj ayat 21-22 “bahkan (bahkan yang dustakan mereka) itu yaitu Al-qur’an yang mulia yang teersimpan di lauh Mahfud. Tahap kedua, Al-Qur’an singgah dari lauh Mahfud ke Baitul Izzah di langit dunia.Sehingga setelah berada di lauh Mahfud diletakan oleh Allah di Baitul Izzah atau langit terdekat oleh bumi. Tahap Ketiga, setelah dari Baitul Izzah langsung ke Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril.

    Al-Qur,an diturunkan kepada Rasulullah ketika sedang berkhalwat tepat pada malam senin 17 ramadhan, tahun 41 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW.(6 agustus 610 M). Sesuai dengan kemulyaan dan kebenaran Al-Qur’an. Allah menjadikan awal turunya Al-Qur’an bertepatan pada malam Lailatul Qadar yaitu suatu malam yang tinggi qadarnya.

    Menurut hadist Bukhary dari Aisyah ra. Berkata: “menurut wahyu yang diterima rasulullah ialah mimpi yang benar. Beliau melihat sinaran subuh dan persis apa yang diimpika Rasulullah” stelah itu beliau mulai gemar  berkhalwat di gua hira, beribadah beberapa malam. Sebelum beliau pulang ke keluarganya untuk mengambil bekal. Sesudah beberapa hari Rasulullah beribada di gua hira Rasulullah kembali kepada Khadijah untuk mengambil makanan untuk beberapa hari. Belaiau terus menerus melakukannya sampai datanglah haq (kebenaran). Malaikat datang kepada beliau lalu berkata “ iqra (bacalah) “ Nabi menjawab saya tidak pandai menjawab “Nabi Menerangkananya”. Malaikat Jibril mendengar jawaban itu, malaikat pun memeluknya sampai kepayahan karna saking kerasnya pelukan itu. Kemudian dilepaskan pelukan itu oleh malaikat Jibril serta disuruh lagi untuk membaca. Nabi pun menjawab sama seperti apa yang pertama. Sesudah itu malikat berkata Surat Al-Alaq ayat 1-5 . sesudah itu rasulullah pulang dengan keadaan badan gemetar karna ketakutan. Nabi menjumpai istrinya yaitu Khadijah dan berkata: “ selimuti aku, selimuti aku” setelang rasulullah dalam keadaan tenang beliau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Khadijah, seraya berkata : saya khawatir dengan diriku ini” maka Khadijah menjawab : “tidak sekali-kali tidak, demi allah, Allah tidak sekali kali mengabaikan engkau. Engkau seseorang yangt selalu memikul beban orang, memberikan sesuatu kepada orang yang tidak mampu, memuliakan dan menjamu tamu yang datang dan memberikan bantuan bantuan terhadap bencana bencna yang telah menimpa manusia”.

    Turunya Al-Qur’an merupakan pristiwa besar sekaligus menyatakan kedudukanya ba penghuni langit dan bumi beserta segala isinya. Sudah barang tentu. Dengan segala kandungan ayat secara tersirat dan tersurat pesan-pesan mulia yang membawa petunjuk dan kabar gembira, bahkan jika kita telaah lebih jauh lagi. Dalam sejumlah ayat ditegaskan, turunya pesan membawa pesan bagi umat manusia mengenai tiga hal: pertama, ajararan tauhid yang mendeklarasikan allah SWT sebagai satu-satunya tuhan yang harus disembah dan tidak boleh disejutukan dengan apapun; kedua Al-Qur’an merupakan pedoman hidup, petunjuk, dan pembawa keselamatan yang harus dipegang tegu oleh manusia: ketiga, Al-Qur’an sebgai sumber dali segala sumber hukum (syariat). Sangat kaya akan ilmu pengetahuan, serta terpelihara karunianya hingga ahir zaman. Oleh karna itu Al Qur’an bukan sekedar kalam Allah (kalamullah), yang tersusun dalam bentuk rangkaian huruf, kata-kata dan kalimat semata-mata sebagaimana dikenal dengan mushaf. Tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan turunya Al-Qur’an adalah ia menjadi kitab suci pembawa petunjuk, pembawa kabar gembira, sumber ilmu pengetahuan, jalan menuju keselamatan bagi manusia di dunia dan ahirat, Banyak pesan dan hikmah berharga yang diperoleh pembaca Al-Qur’an selama bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Setiap muslim diwajibkan untuk selalu membaca, memahami, dan menggali makna yang terkandung di dalam Al-Qur-an.



Penulis : Rekan Syarofi Syaifulloh

Minggu, 25 April 2021

PAC. IPNU-IPPNU SOOKO Lanjut Adakan Safari Ramadhan Jilid. 2

Setelah sukses gelar safari ramadhan pertama, Ahad (25/4) PAC IPNU IPPNU Sooko adakan safari ramadhan yang kedua. Safari ramadhan kedua bertempat di Masjid Baitul Muttaqin desa Jampirogo. Kegiatan ini berlangsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota PAC IPNU IPPNU Sooko.

Rangkaian acara safari ramadhan kedua hampir sama dengan safari ramadhan pertama. Sebelum acara dimulai ada pembacaan Al Qur’an Surat Ar Rahman, Al Waqi’ah dan Juz 30 oleh rekan Firman. Setelah selesai, acara dibuka oleh rekanita Salsa sebagai Master of Ceremony sore itu. Dilanjutkan pembacaan istighosah yang dipimpin rekan Syarofi, sambutan oleh ketua Pac dan mauidhoh hasanah dari Ketua NU ranting Jampirogo. Diakhir acara ada buka bersama dan sholat maghrib berjamaah.

Pada sambutannya, rekan Rifki selaku ketua Pac Ipnu Sooko mengucapkan terima kasih kepada pengurus takmir masjid dan menyampaikan beberapa pesan kepada rekan-rekanita yang hadir di kegiatan tersebut.

“IPNU IPPNU merupakan gerbang awal untuk generasi-generasi penerus Nahdlatul Ulama baik itu generasi dalam amaliyah maupun perbuatannya. Kepada rekan dan rekanita tetap semangat berproses, ikuti kegiatan-kegiatan selanjutnya di IPNU IPPNU” tegasnya.

Bapak Tauhid selaku Ketua NU ranting Jampirogo menyampaikan ucapan terima kasih kepada para hadirin yang hadir serta mendoakan agar kegiatan safari ramadhan berkelanjutan dan bisa membawa berkah kemudian dilanjutkan mauidhoh hasanah menjelaskan tentang hal-hal yang membatalkan puasa.

“Harapan saya kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan karena organisasi ini bisa meneruskan perjuangan para kyai dan ulama. Semoga nanti di hari kiamat kita semua dikumpulkan dengan para kyai dan ulama” terangnya.

Salah satu pengurus dari PAC IPNU IPPNU Sooko yang menghadiri kegiatan safari ramadhan kedua menanggapi : “Alhamdulillah, acara safari ramadhan kedua berlangsung dengan lancar, banyak yang bisa diambil hikmahnya mulai dari awal hingga akhir acara. Saya sangat salut sekali atas kekompakan rekan-rekanita yang bersemangat. Semoga membawa hal baik untuk kedepannya” ujar rekanita Della.


Editor    : Dep. Jarkom & Pers
Pewarta : Rekanita Nuriddah Nisful Laily


Rabu, 21 April 2021

Biografi R.A Kartini


Hai rekan dan rekanita, hari ini tepat pada tanggal 21 April nich. Ada apa sih dengan tanggal itu?

Yaps betul sekali, peringatan Hari Kartini.

Hari Kartini ditetapkan oleh Presiden Soerkarno sebagai peringatan hari besar nasional, berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964 tanggal 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini yakni 21 April untuk diperingati setiap tahun di Indonesia.

Sebelumnya mimin mau nanya nih, apa sih makna dari peringatan Hari Kartini? Apa hanya sebatas pajang pamflet ucapan peringatan hari kartini di semua akun sosmed? Atau hanya sebatas memakai baju kebaya ke sekolah sebagai peringatan Hari Kartini?

Harus lebih dari itu ya rekan-rekanita...

Agar kalian tahu makna dari peringatan Hari Kartini yuk simak biografi R.A Kartini dibawah ini...

Cekidot!!!!

    Raden Ajeng Kartini atau biasa kita sebut dengan ibu Kartini, merupakan pahlawan wanita yang memperjuangkan emansipasi wanita Indonesia. Beliau lahir tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah, lahir dari keluarga bangsawan di Jawa. Ibu Kartini adalah putri dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M.A Ngasirah. Kartini mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di ELS (Europese Lagere School) disana Kartini belajar bahasa Belanda hingga usia 12 tahun. Setelah usia 12 tahun beliau di pingit, karena pada saat itu di Jawa ada tradisi wanita harus tinggal di rumah dan dipingit.

    Waktu dipingit bukan berarti Kartini berdiam diri atau rebahan aja seperti kalian, nggak lo ya... beliau membaca buku, majalah, dan surat kabar Eropa. Nah dari sanalah Kartini mulai tertarik dengan pemikiran wanita-wanita Eropa yang lebih bebas dan maju daripada wanita pribumi waktu itu. Sehingga memunculkan motivasi Kartini untuk memajukan para wanita pribumi yang dinilai memiliki tingkat sosial yang rendah. Karena masih dipingit Kartini bingung nih, gimana caranya membantu para ciwi-ciwi pribumi agar terbebas dengan tradisi yang merendahkan perempuan. Melalui kecerdasan yang dimilikinya akhirnya beliau melakukan aktivitas surat-menyurat yang dikirim ke teman-temannya dari Belanda sebagai senjata perjuangannya.

    Suratnya berisi tentang keluhan-keluhan yang dihadapi sista-sista pribumi yang menjadi penyebab sulit maju dan berkembang. Seperti kebiasaan wanita harus dipingit, dibatasi menuntut ilmu, serta tradisi lain yang mengekang kebebasan para ciwi-ciwi. Hingga pada akhirnya kumpulan surat itu dijadikan buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” 

Coba rekanita, bayangin kalau kalian hidup di masa Jawa kuno, kita sebagai perempuan gak ada kebebasan dan harus patuh sama tradisi, sedih gak?, sedih gak?, yakali gak sedih, sedih laah. Oke lanjuttt... 

    Perjuangan Kartini tidak hanya sampai disitu saja, karena beliau menginginkan wanita pribumi mendapatkan pendidikan yang sama dengan laki-laki beliau mendirikan sekolah GRATIS khusus ciwi-ciwi di Jepara dan Rembang. Di sekolah diajarkan cara menjahit, menyulam, memasak, dan lain-lain. Hal tersebut memotivasi para wanita lain untuk ikut mendirikan sekolah yang diberi nama ‘Sekolah Kartini’ diberbagai tempat. Seperti di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Madiun, Malang dan Cirebon. Sekolah tersebut berkembang dengan baik dan berhasil mengangkat derajat wanita hingga setara dengan laki-laki. 

    Pada usia 24 tahun Kartini menikah dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat tanggal 12 November 1903. Suami beliau merupakan bupati Rembang yang sebelumnya memiliki 3 istri. Setahun menikah beliau dikaruniani seorang anak laik-laki bernama Soesalit Djojoadhiningrat. Namun, empat hari setelah melahirkan Ibu Kartini meninggal duni. Tepatnya pada tanggal 17 September 1904 di usia 25 tahun. Makam beliau ada di Desa Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. 

Okay segitu saja biografi dari seorang pahlawan wanita Indonesia R.A Kartini, meski raganya sudah lama meninggalkan kita, namun jasanya masih terasa hingga sekarang. Kalimat “Harum Namanya” di sebuah lagu Ibu Kita Kartini menggambar begitu besar perjuangan R.A Kartini dalam mengangkat derajat perempuan. 

Maka dari itu pesan dari mimin jika kalian seorang rekanita jagalah kehormatanmu dengan milikilah rasa malu dan iman yang kuat, jadilah wanita yang berkelas dengan mengup-grade diri menjadi pribadi yang berpendidikan dan berakhlak mulia. 

Jika kalian yang sedang membaca adalah rekan, hargai seorang wanita dengan tidak menyakiti dan merendahkannya. 

Sekian.. 


See you bye bye...



penulis: Nr
editor: Dep. pers dan komjar

Senin, 19 April 2021

PUISI "Sahabat"

 

Sahabat, 

Oleh : Rekan Badrus Salam 


Sahabat,... 

Itu seperti rangkaian daun merambat

Mencengkeram erat 

;tembok kokoh tempatnya bersandar

Desiran angin, tak membuatnya pudar


Meski rambatan daun itu tak sekuat besi

Tapi jika hancur, akan tumbuh lagi 


Sahabat terkadang seperti kisah daun pada dahan

Diterpa angin, tak membuatnya bertahan


Daun lebih memilih angin 

Daripada berharap ingin 

;pada dahan yang merambat itu

Angin menyajikan janji

Untuk meniupnya jauh dari kata berseteru 

 

bawalah aku 

pada dunia fantasi itu... 

Minggu, 18 April 2021

PAC. IPNU IPPNU SOOKO GELAR SAFARI RAMADHAN PERTAMA.

PAC IPNU IPPNU KECAMATAN SOOKO. Ahad (18/4),Pimpinan Anak Cabang(PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama(IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto sukses menggelar acara Safari Ramadhan yang pertama di Musholla Tanbihul Ghofilin. Tepatnya, di desa Sambiroto.

Safari Ramadhan di gelar oleh PAC IPNU IPPNU Sooko ini merupakan agenda setiap akhir pekan di bulan Ramadan. Acara ini diawali dengan Taqror atau Pembacaan Q.S. Al Waqi'ah, Q.S. Ar Rahman, Juz 30. Kemudian dilanjut pembacaan istighosah, sambutan dan kultum dari Ketua Ranting NU Desa Sambiroto. 

Adapun dalam kesempatan penyampaian sambutan oleh ketua PAC IPNU Sooko, Ahmad Rifki menyampaikan tujuan digelarnya safari ramadhan dan ucapan terimakasih kepada ranting NU desa Sambiroto, beserta rekan rekanita yang turut hadir memeriahkan acara tersebut dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“safari ramadhan ini sebagai ajang untuk menyambung silaturahmi antar pelajar NU se kecamatan Sooko, juga memperkenalkan apa itu IPNU IPPNU di masyarakat” ujarnya. 

Sementara Ketua Ranting NU desa Sambiroto, Muhammad Sholeh menyampaikan bahwa sangat bangga telah menjadi tuan rumah  kegiatan Safari Ramadhan yang di tempatkan di desa Sambiroto.

“kami sangat bangga bisa menjadi tuan rumah kegiatan IPNU IPPNU Safari Ramadan yang di tempatkan disini dan alhamdulillah yang hadir bisa maksimal” ungkapnya.

Salah satu pengurus PAC IPNU IPPNU SOOKO, Amaruddin Salim juga mengatakan :

“acara yang insyaallah penuh barakah dan begitu  syahdu dengan kerangka konsep acara yang dimulai dari tadarrus, istighotsah sampai penyampaian sambutan oleh ketua PAC yang selalu memberikan semangat serta motivasi untuk terus belajar, berjuang, dan bertaqwa kepada rekan rekanita” tegasnya.

Acara ini berlangsung dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Turut hadir memeriahkan acara, ketua ranting NU desa Sambiroto, rekan rekanita pengurus PAC IPNU IPPNU Kecamatan Sooko dan diikuti oleh Pimpinan Ranting (PR) IPNU IPPNU Se-Kecamatan Sooko.


Editor     : Dep. Jarkom & Pers
Pewarta : Rekanita Della Nur Fadlillah


Senin, 05 April 2021

Tertibkan Administrasi (TERASI), PAC IPNU IPPNU Sooko Gelar Diklat Administrasi Jilid 1

Kegiatan pelatihan surat-menyurat, Ahad (04/04/21).

Kegiatan administrasi menempati posisi yang cukup sentral bagi kemajuan suatu organisasi. Pentingnya administrasi dalam suatu organisasi bisa dilihat dari tertib serta keteraturan proses keadministrasiannya, dari mulai kesekretariatan hingga keanggotaan. Administrasi merupakan dasar suatu organisasi untuk mencapai langkah-langkah tujuan bersama dari suatu organisasi tersebut. Terutama mengenai kegiatan surat-menyurat serta pengarsipan kegiatan. Surat menyurat adalah satu bidang yang penting dari lapangan pekerjaan administrasi kesekretariatan.
Hal ini tentu menjadi dasar bagi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sooko menggelar acara Diklat Administrasi Jilid 1 yang dilaksanakan pada hari Ahad (04/04/2021). Penggelaran acara diklat atau pelatihan yang dilaksanakan di Lembaga Pendidikan Islam Asy Syarif, Desa Brangkal, Kecamatan Sooko ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kedisiplinan anggota mengenai keadministrasian organisasi.
Kegiatan yang mengusung tema Profesionalitas dalam Manajerial Administrasi Untuk Kemajuan Organisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan organisasi yang tertib administrasi, serta terus berlanjut. Menurut keterangan Nuriddah Nisful Laily, Ketua Pelaksana Diklat Administrasi Jilid 1, selama kegiatan berlangsung, peserta diberi materi sekaligus praktik sesuai dengan materi yang telah disampaikan oleh pemateri yakni Rekanita Khurrotul Azizah selaku Alumni Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten Mojokerto periode 2018-2020.

"Pelaksanaan diklat administrasi jilid 1 ini hanya difokuskan pada kegiatan surat-menyurat terlebih dahulu. Karena kegiatan diklat ini diharapkan menjadi kegiatan yang terus ada atau berlanjut sampai tujuan pelaksanaan ini terealisasikan, yaitu tertibnya administrasi.” jelas Nuriddah Nisful Laily, Ketua Pelaksana Diklat Administrasi Jilid 1.

Sementara itu, hadir sebagai peserta, Rekan Badrus Salam turut menyampaikan aspirasi terhadap kegiatan yang telah diselenggarakan hari Ahad lalu.  Mereka harap kegiatan ini terus berlanjut guna mengimplementasikan serta menjaga eksistensi organisasi yang tertib serta terstruktur keadministrasiannya.

"Harapan kami, kegiatan diklat administrasi ini bisa terus berlanjut serta mampu menjadikan kader yang melek administrasi, terutama di bidang surat-menyurat dan pengarsipan. Sehingga bisa menjaga eksistensi kami untuk kemajuan organisasi," tegas Rekan Badrus Salam.


Dep. Jarkom dan Pers.