Selasa, 18 Mei 2021

Artikel "Cinta Sejati yang Terlupakan"

 Cinta Sejati yang Terlupakan

Oleh : Rekan M. Iqbal Akbar Ghifari

Kita, sebagai remaja yang menuju masa pendewasaan mulai mengenal yang dinamakan cinta. Cinta suatu lafadz yang dianggap sakral bagi sebagian orang yang menjalin rasa suka antara satu sama lain. Banyak kisah cinta yang didambakan oleh para remaja-remaja sekarang seperti kisah dari film titanic, romeo dan juliet bahkan juga laila dan majnun. Rekan-rekanita yang mulai mengikuti IPNU-IPPNU juga mungkin sudah mulai memupuk rasa cinta kepada rekan ataupun rekanita terutama remaja-remaja yang menginjak bangku SMA. Ada yang berjuang merelakan kuota internet untuk terus chattingan dan menelpon orang yang dicintainya, ada juga yang terus berusaha mentraktir orang yang dicintainya supaya bisa selalu bersama dengannya, ada juga yang memilih memendam rasa karena mengerti bahwa cintanya mungkin ditolak. Tapi tahukah kamu cinta sejati sesungguhnya seperti apa dan bagaimana hakikat cinta sesungguhnya?

            Pernahkah kalian berpikir bahwa ada sesosok manusia yang sangat mengkhawatirkanmu melebihi ibumu. Sungguh dia sangat mengkhawatirkanmu melebihi kedua orang tuamu, bahkan dia rela tidak makan tidak minum demi dirimu selamat. Iya dialah Rasulullah Muhammad SAW. cinta sejati yang selalu kita lupakan. Beliau terus bersujud terus menerus sampai menangis demi kita demi keselamatankan kita. Beliau tanpa henti memintakan ampun dan keselamatan bagi umatnya. Berhari-hari lamanya beliau tak kunjung keluar dari rumahnya sampai didatangi oleh shahabat-shahabatnya dia tetap khusu’ dalam doa dan sujudnya untuk memintakan ampun kepada Tuhan atas dosa-dosa umatnya. Sampai ketika Jibril datang memberikan kabar gembira bahwa umatnya semua akan selamat dan tidak ada yang abadi dineraka beliau akhirnya bangun dari sujudnya. Suatu pagi menyelimuti masjid Rasulullah menjadi seorang Imam, saat ruku’ dan sujud terdengar suara seperti goresan kayu yang patah terdengar dari pengimaman. Sehabis Sholat Umar dan shahabat lainnya berkumpul pada Rasulullah dan bertanya kenapa anda tadi wahai Nabi Allah? Rasulullah terus melihatkan didalam bajunya ada batu-batu yang dijadikan rantai untuk diikat keperut Rasulullah shahabat pun menangis “sungguh jika kamu kelaparan kami siap menanggung makananmu ya Rasulullah.” “jangan begitu saya begini untuk umatku supaya mereka tidak kelaparan lebih-lebih kelaparan diakhirat.” Sungguh begitu cintanya Rasulullah sampai beliau rela puasa dan kelaparan sampai perut dan kulit menempel demi kita nanti selamat diakhirat kelak.[1]

            Tidak ada yang lebih indah selain dapat menjadi bagian dari umat Rasulullah bahkan jika kita bersholawat pada nabi maka Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali dan menghapus dosanya sepuluh kali, dan diangkat derajatnya sepuluh untuknya. (HR. Nasai No. 1297 Maktabah Al-Maarif. Shahih) terlihat jelas bahwa Allah sangat memulyakan Rasulullah dan terbukti bahwa beliau adalah benar-benar Rasul pembawa kebenaran diakhir zaman. Mari kita berpikir sejenak dengan kehebatan nabi yang bisa menaklukan jazirah arab tetapi beliau tidak memeras rakyatnya dan ingin menang sendiri. Malah beliau mengajarkan kesederhanaan dan juga berzakat kepada yang miskin dan menolong kepada yang lemah. Nabi Muhammad tidak pernah ingin untuk dihormati lebih-lebih mengaku dirinya sebagai Tuhan. Beliau hanya mengaku bahwa Tuhan itu satu dan sembahlah Tuhan pencipta langit dan bumi dialah penguasa alam semesta ini yaitu Allah SWT.

            Adakah orang yang lebih mulia dari Rasulullah dengan membawa Islam, berdiri 1400 tahun yang lalu. Apakah orang yang berbohong mampu perkataannya dan perlakuannya dipercaya sampai 1400 tahun. Perlakuannya perkataannya menjadi hadits-hadits yang terus dilestarikan kitab yang dibawanya sudah dijaga keaslian lafadz dan bahasanya lebih dari 1400 tahun dan terus dibaca dan dihapalkan sampai sekarang. Disetiap zaman selalu ada orang yang hapal kitab Al-Qur’an dan hadits-haditsnya. Apakah mungkin orang berbohong dapat dipercayai lebih dari 1400 Tahun. Dan wahyu yang dibawanya yang menjadi kitab agama Islam keaslianya bertahan 1400 Tahun. Sungguh begitu terlihat jelas kebenaran ajaran Rasulullah. Beliau saat diakhirat ketika para nabi terdahulu berebut untuk berdekatan dengannya karena dasyatnya hari kebangkitan beliau mengatakan bahwa Syafaatnya adalah untuk Umatku. Begitu cintanya beliau terhadap kita tapi kita bahkan lupa untuk bersholawat kepadanya. Beliau menangisi kita karena kemaksiatan kita tetapi kita sibuk dengan mencintai orang yang belum tentu mencintai kita betapa teganya kita terhadap beliau. Maka jika kalian sudah mengerti bahwa cinta sejati sesungguhnya tidak mengenal ruang dan waktu itulah cinta Rasulullah kepada umatnya, sebuah cinta sejati yang selalu kita lupakan.[2]



[1] Al-Hamid Al-Husaini, Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW (Bandung: Pustaka Hidayah, 2008), 678.
[2] Umar bin hasan, Durrotun Nasihin (Beirut: Maktabah al-Islamiyah, 1988), 187.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar