Minggu, 23 Mei 2021

Cerpen "Cinta yang Tulus"

 Cinta yang Tulus

Oleh : Rekan Ahmad Rifki

Cinta selalu dengan sejuta rasa sakit, karena itulah mengapa ia disebut Cinta. Di tangan kekasihku di genggamnya sejuta derita, karena tanpa derita Cinta hanya hampa belaka. Wahai Cinta, kaujadikan dia pahit di bibirku. Wahai Cinta, kau gigit pedih darah jantungku, sampai kau bekukan gejolak napas dan nafsuku, sampai kau uji Cintaku dalam Cintamu. Begitulah perkataan Fariddudin Attar, salah satu tokoh Sufi dari daratan persia. Begitu luas jika kita semua mebahas tentang cinta, karena cinta bukan soal pembahasan melainkan sebuah perasaan yang dibuktikan dengan perlakuan serta kayakinan. Jalaluddin Rumi berkata Cintalah yang merubah segalanya. Orang yang kuat perkasa menjadi tak berdaya karena cinta, Orang yang lemah tak berdaya menjadi semangat bertenaga karena cinta, orang bisa menangis dan tertawa juga karena cinta.

Imam Syihabuddin dalam kitabnya yang berjudul An-Nawadir pada halaman 27 menceritakan tentang keutamaan cinta yang tulus. Terdapat seorang permpuan, dia sangat cinta dengan Nabi Muhammad Saw. Di suatu hari perempuan ini ingin pergi masjid hanya untuk mendengarkan ceramah dari Nabi Muhammad Saw. Namun pada saat dalam perjalanan perempuan ini bertemu dengan seorang seorang pemuda, pemuda itu bertanya kepadanya.


Pemuda : “kamu mau pergi kemana ?”


Perempuan : “Saya hendak ingin pergi kemasjid, untuk mendengarkan nasihat Rasululloh”


Pemuda : “Kamun cinta dengan Nabi Muhammad Saw ?”


Perempuan : “Ya, saya cinta dengan Nabi Muhammad Saw.” (dengan jawaban yang    sangat tegas)


Laki-laki itu pun ingin tahu seberapakah perempuan ini cinta dengan Nabi, dia pun menyuruh perempuan itu untuk membuka cadar yang digunakan oleh perempuan itu, dengan berkata :


Pemuda : “Bihaaqqi Nabi Muhammad Saw, coba kamu buka cadar yang kamu gunakan !!!”


Karena perempuan ini memang sangat cinta dengan Rasululloh, untuk menghormati nama Nabi Muhammad Saw, perempuan ini mengangkat cadar yang digunakannya. Pemuda itu pun melihat wajah sang perempuan, ternyata perempuan itu sangat cantik. Sampai-sampai tangan pemuda itu memegang janggut sang perempuan. Seketika itu, sang perempuan terkejut atas apa yang telah dilakukan pemuda itu pada dirinya. Seketika itu, Perempuan menutup wajahnya kembali dengan cadar yang telah dilepaskannya, dan berkata kepada pemuda itu,


Perempuan : “Sungguh saya menyesal telah mebuka cadar yang menutupi wajahku” 


Perempuan itu pun menceritakan kepada suaminya, terkait kejadian yang telah menimpanya. Setelah perempuan itu menceritakan kepada suaminya, sang suami seketika itu pergi menemui Nabi Muhammad Saw, dan menceritakan apa yang telah diceritakan oleh istrinya kepadanya. Setelah Nabi mendengarkan ceritanya, Nabi Muhammad berkata, “Hidupkanlah api dirumahmu, setelah itu masukkan istrimu di dalam panggangan itu, dengan mengucapkan BIHAQQI NABI MUHAMMAD SAW”.


Sang suami melaksanakan apa yang diperintahkan Nabi kepadanya. Suamipun pulang dan menyalakan api. Setelah itu menyuruh istrinya untuk masuk dalam panggangan itu. Sang istripun melaksanakan apa yang dikatakan sang suami, dengan keyakinan serta ketulusan cinta sang istri kepada Nabi Muhammad Saw, perempuan itu pun masuk dalam panggangan dan mengucapkan, “Dengan Kemulyaan BIHAQQI NABI MUHAMMAD SAW”. Perempuan itu pun masuk ke dalam panggangan itu. Sang suami menutup panggangan itu. Setelah menutup panggangan yang didalamnya terdapat sang istri, sang suami pun pergi menuju Rasululloh dan memberitahukan dia sudah melaksanakan perintah yang disuruh oleh Nabi Muhammad Saw. Setelah mendengarkan ceritanya, Nabi pun berkata, “Kembalilah, dan lihatlah apa yang terjadi pada istrimu”. Sang suami pun kembali untuk melihat kondisi istrinya yang berada dalam panggangan. Sesampai dirumah, dia bergegas membuka panggangan itu, sang suami pun melihat kejadian yang tak pernah dilihatnya sebelumnya. Dia melihat sang istrinya berada didalam panggangan dengan kondisi sedang duduk ditengah-tengah panggangan yang panas itu. Suami pun mengeluarkan sang istri dari panggangan. Setelah dia mengeluarkan istirnya.

Dengan izin Allah, sang suami tidak menemukan dikulitnya ada bekas luka bakar, dalam artian api itu pun tidak mau menyentuh kulit perempuan itu.

Begitu besar keutamaan cinta terhadap baginda Nabi Muhammad Saw, sampai- sampai para ulama bersepakat bahwa mencintai Allah dan Rasul-Nya hukumnya wajib. Sebagaimana yang ditulis oleh Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali atau yang dikenal dengan sebutan Imam Al-Ghazali dalam kitab nya yang monumental yakni kitab Ihya’ Ulumuddin Juz 4 halaman 288 dijelaskan bahwa :


اعلم أن الأمة المجمعة على أن الحب الله تعالى ولرسول الله صلى الله عليه وسلم فرض.......الخ 

“Ketahuilah sesungguhnya para Ulama’ sepakat bahwa mencitai Allah dan Rasul-Nya SAW itu hukummnya Wajib. ”

Oleh sabab itu, marilah kita memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw, dengan mengharap Syafaat dihari kiamat. Semoga kita semua diakui oleh Rasululloh sebagai umatnya dan kelak dia akhirat kita semua diberikan syafaat oleh Rosululloh Saw. Amiin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar