![]() |
| Oleh: Nuriyah Rahmawati |
Malam larut, tapi tekadnya tak surut
Kantuk mengutuk, tapi semangat enggan
melekuk
Denting suara membelah sunyi
Bakiak Pak Kiai menembus sepi
Mereka menunduk, lalu berebut membenahi
bakiak kesayangan
Di hadapan dampar
Bercengkrama dengan pena dan utawi iki
iku
Mata memaksa untuk terpejam
Namun hati merayu untuk melawan
Pak Kiai Dawuh tentang ini dan itu
Mereka masih melongo
Lugu dan bodoh
Lalu Pak Kiai berkata, "Bukan tentang
cepat dalam memahami ilmu, tapi dalam proses panjang itulah gusti Allah
turunkan ridho"
Mereka menunduk, hatinya mengaharu
Suara itu mengalir di nadi, merebah di dada
Ridho Allah dikejar tanpa letih, ridho Kiai
diburunya tanpa henti
Yang mungkin bersembunyi di balik bakiak
tua ini
Ruang renung, 5 Juli 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar